Apple box tebet jg baguss tuh broo.. Hehee..tambahin lagi..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
From: Ari Dina Krestiawan <brahmari@...>
Date: Mon, 23 Nov 2009 22:13:08 -0800 (PST)
To: <editing@yahoogroups.com>
Subject: Re: [editing] NUMPANG TANYA TRANSFER DIGITAL BETA-BETA SP
Splash aja bro... Di pejaten, hehehe, beda-beda gini jawabannya, biar keliatan banyak pilihan buat transfer. Ni nomer kantornya 0217970221
ari
From: ahsan andrian <beruangjenggot@yahoo.com> To: editing@yahoogroups.com Sent: Mon, November 23, 2009 9:58:42 AM Subject: Re: [editing] NUMPANG TANYA
TRANSFER DIGITAL BETA-BETA SP
indomedia aja bro
-ahsan-
From: avo oke <avo_nich_ciiin@ yahoo.com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Sunday, November 22, 2009 14:54:54 Subject: [editing] NUMPANG TANYA TRANSFER DIGITAL BETA-BETA SP
Permisi semuanya, maaf saya hendak numpang bertanya. mau minta info rekomendasi tempat transfer yg lumayan terjangkau harganya & kualitasnya bagus untuk transfer video dari Digital Betacam ke Betacam SP. dimana aja tempatnya & berapa price-rate/range harganya ya. Terimakasih banyak sebelumnya.
Splash aja bro... Di pejaten, hehehe, beda-beda gini jawabannya, biar keliatan banyak pilihan buat transfer. Ni nomer kantornya 0217970221
ari
From: ahsan andrian <beruangjenggot@...> To: editing@yahoogroups.com Sent: Mon, November 23, 2009 9:58:42 AM Subject: Re: [editing] NUMPANG TANYA
TRANSFER DIGITAL BETA-BETA SP
indomedia aja bro
-ahsan-
From: avo oke <avo_nich_ciiin@ yahoo.com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Sunday, November 22, 2009 14:54:54 Subject: [editing] NUMPANG TANYA TRANSFER DIGITAL BETA-BETA SP
Permisi semuanya, maaf saya hendak numpang bertanya. mau minta info rekomendasi tempat transfer yg lumayan terjangkau harganya & kualitasnya bagus untuk transfer video dari Digital Betacam ke Betacam SP. dimana aja tempatnya & berapa price-rate/range harganya ya. Terimakasih banyak sebelumnya.
From: avo oke <avo_nich_ciiin@...> To: editing@yahoogroups.com Sent: Sunday, November 22, 2009 14:54:54 Subject: [editing] NUMPANG TANYA TRANSFER DIGITAL BETA-BETA SP
Permisi semuanya, maaf saya hendak numpang bertanya. mau minta info rekomendasi tempat transfer yg lumayan terjangkau harganya & kualitasnya bagus untuk transfer video dari Digital Betacam ke Betacam SP. dimana aja tempatnya & berapa price-rate/range harganya ya. Terimakasih banyak sebelumnya.
Permisi semuanya, maaf saya hendak numpang bertanya. mau minta info rekomendasi tempat transfer yg lumayan terjangkau harganya & kualitasnya bagus untuk transfer video dari Digital Betacam ke Betacam SP. dimana aja tempatnya & berapa price-rate/range harganya ya. Terimakasih banyak sebelumnya.
ada yang tau dimana belinya kabel RS422 (utk remote dari card editing ke player) ga ya? sekalian nanya juga kalo pake converter 422 ke 323 bisa ga? krn kondisi player and card 422 sedangkan kabelnya 323.
From: Tumpal Tampubolon <tumpal_christian@...> To: editing@yahoogroups.com Sent: Thu, November 19, 2009 2:53:06 PM Subject: [editing] OTT: Lowongan kerja di rumah produksi
Permisi mas/mbak moderator milis, saya numpang iklan ya, sekalian berbagai info peluang kerja.
Hahaha... Soal nama ini emang sering salah gender. Ada kelebihan dan kekurangannya. Gue punya kartu asuransi 2 biji, dengan nama yang sama, satu sebagai pria dan satu sebagai wanita. (bisa claim 2 kali mungkin yaaa...) Salah satu kelebihan yang gue tunggu2 adalah, kapan yaaa ada acara rame2 bareng gadis2 hot dan kebetulan nama gue ditaruh bareng untuk menginap sama mereka di satu kamar, hihihiii Vectorscope, simpelnya, itu alat buat ngecek apakah sinyal warna dalam video lu itu masih dalam batas kewajaran yang mampu dipancarkan (broadcasted) Kalo di FCP (Final Cut Pro), mungkin di yang lain juga, ada 1 garis patokan miring untuk garis yang namanya skin tone. Ini link-nya vectorscope di wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Vectorscope baca aja QC itu Quality Control. Artinya kalo warna udah di cek dengan standar, di bawa ke
mana aja, gak akan berbeda, dengan catatan, alat2 yang digunakan kemudian juga di kalibrasi dengan benar. Tapi gak semua TV di Indonesia juga punya standar yang sama, masalah warna, apalagi sound. Ahsan lebih tau pasti, dulu di EDL kita sempet mau bahas tentang standarisasi TV, tapi belum kesampaian, keburu pada sibuk masing2.
salam
ari
--- On Sun, 11/15/09, safwat assaqa <assaqa80@...> wrote:
From: safwat assaqa <assaqa80@...> Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera? To: editing@yahoogroups.com Date: Sunday, November 15, 2009, 11:12 PM
duh duh maap salah intrepertasi (saya ga merhatiin nama belakangnya) maksudnya om ari dina hahaha..
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Monday, November 16, 2009 13:39:00 Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: [editing] editing
atau setingan kamera?
duh duh maap, lama balesnya, abis pulang mudik soalnya, ga bisa ol di kampung halaman seneng banget nih banyak yang jawab, jadi banyak nambah pengetahuan
oww ternyata emang pake film yah sutingnya smallville iyah udah liat link yang dikasih ama om anto tapi saya ga ada yang ngerti itu kamera apa yang dimaksud untung om anto bilang itu kamera film, jadi saya tau kalo itu ternyata kamera film hahaha..
iyah yah, bener jg kata om anto, jgn disamain ama FTV indonesia saya emang terlalu lugu hahaha..
btw QC warna yang dimaksud om albar itu apa yah? terus vectorscope itu apa? terus maksud istilah broadcast standar untuk monitor itu apa om ahsan? yang soal mesin grading, itu harga standar sewanya berapa yah om ahsan? terus kualitas video seperti apa yang bisa
digrading pake mesin itu? (maksudnya biar ga mubazir nyewa mesin grading mahal") kalo suting pake xl2 kira" mubazir ga kalo digrading pake mesin tersebut? duh maap kebanyakan nanya tapi seperti kata om ahsan 'malu bertanya sesat di jalan loh' hahaha..
yang soal disampein ama tante ari dina, saya jg setuju, PR kita banyak banget (atau jangan" kebanyakan haha..), buat ngejar hollywood tar cita" saya kalo punya uang banyak, pengen bikin studio buat suting film, biar hasil film atau serial di negara kita makin oks jadi kita bisa ngejar atau bahkan melampaui hollywood..amiiiinn .. (yah mimpi kan boleh, mumpung gratis hahaha..)
oh iyah, makasih banget jg atas penjelasan dari om ahsan dan om iponk soal framerate, jadi makin nambah nih pengetahuan baru saya
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh
Hangat
Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
kalo
soal flicker sih gambar masih akan flicker dengan speed 24fps. sebuah
cahaya akan terlihat tidak flicker (berkedip) ketika cahaya itu
berkedip sebanyak 50 kali dalam satu detik. makanya dulu kalo nonton
film gambarnya pasti berkedip (flicker), karena cuma dicahayai 24 kali
dalam 1 detik.
kemudian, untuk mengatasi hal itu, tiap2 frame
dalam sebuah film dicahayai sebanyak 2 kali. jadinya dalam 1 detik akan
dicahayai sebanyak 48kali. terpaut sangat sedikit dengan angka 50,
tetapi untuk mata manusia masih dapat ditangkap sebagai cahaya yang
tidak berkedip.
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Monday, November 16, 2009 13:39:00 Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: [editing] editing
atau setingan kamera?
duh duh maap, lama balesnya, abis pulang mudik soalnya, ga bisa ol di kampung halaman seneng banget nih banyak yang jawab, jadi banyak nambah pengetahuan
oww ternyata emang pake film yah sutingnya smallville iyah udah liat link yang dikasih ama om anto tapi saya ga ada yang ngerti itu kamera apa yang dimaksud untung om anto bilang itu kamera film, jadi saya tau kalo itu ternyata kamera film hahaha..
iyah yah, bener jg kata om anto, jgn disamain ama FTV indonesia saya emang terlalu lugu hahaha..
btw QC warna yang dimaksud om albar itu apa yah? terus vectorscope itu apa? terus maksud istilah broadcast standar untuk monitor itu apa om ahsan? yang soal mesin grading, itu harga standar sewanya berapa yah om ahsan? terus kualitas video seperti apa yang bisa
digrading pake mesin itu? (maksudnya biar ga mubazir nyewa mesin grading mahal") kalo suting pake xl2 kira" mubazir ga kalo digrading pake mesin tersebut? duh maap kebanyakan nanya tapi seperti kata om ahsan 'malu bertanya sesat di jalan loh' hahaha..
yang soal disampein ama tante ari dina, saya jg setuju, PR kita banyak banget (atau jangan" kebanyakan haha..), buat ngejar hollywood tar cita" saya kalo punya uang banyak, pengen bikin studio buat suting film, biar hasil film atau serial di negara kita makin oks jadi kita bisa ngejar atau bahkan melampaui hollywood..amiiiinn .. (yah mimpi kan boleh, mumpung gratis hahaha..)
oh iyah, makasih banget jg atas penjelasan dari om ahsan dan om iponk soal framerate, jadi makin nambah nih pengetahuan baru saya
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh
Hangat
Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
kalo
soal flicker sih gambar masih akan flicker dengan speed 24fps. sebuah
cahaya akan terlihat tidak flicker (berkedip) ketika cahaya itu
berkedip sebanyak 50 kali dalam satu detik. makanya dulu kalo nonton
film gambarnya pasti berkedip (flicker), karena cuma dicahayai 24 kali
dalam 1 detik.
kemudian, untuk mengatasi hal itu, tiap2 frame
dalam sebuah film dicahayai sebanyak 2 kali. jadinya dalam 1 detik akan
dicahayai sebanyak 48kali. terpaut sangat sedikit dengan angka 50,
tetapi untuk mata manusia masih dapat ditangkap sebagai cahaya yang
tidak berkedip.
-ahsan-
From: Iponxonik <iponk1322@gmail. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Thursday, November 12, 2009 18:58:07 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?

kalo seinget gw sih dulu diajarin nih di kuliah Tekno Film dan TV, kenapa film pake speed 24, krn pd speed itu gambarnya motionnya keliatan normal, tidak flicker, tidak patah-patah. .
soalnya sblmnya kan speednya tidak konstan atau dibawah 24fps.
--- On Thu, 11/12/09, ahsan andrian <beruangjenggot@ yahoo.com> wrote:
From: ahsan andrian <beruangjenggot@ yahoo.com> Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan
kamera? To: editing@yahoogroups .com Date: Thursday, November 12, 2009, 6:29 PM
ya ini juga nih jadi kendala. terlebih setelah masuknya era video digital. mentang2 mesin editing bisa dimiliki murah oleh siapapun, boro2 pake vectorscope, monitor yang dipake aja seringkali tidak broadcast standard.
-ahsan-
From: Albar Daengparani <albar@senjaya. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Thursday, November 12, 2009
18:24:54 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
maaf, bukan waveform monitor untuk QC warna tapi Vectorscope. . Kedua
alat ini mutlak ada di stasiun TV.
Albar
Albar Daengparani wrote:
nambahin dikit pak Ahsan,
Mungkin warna yang dilihat aneh di tv itu tidak sempat melalui QC
(kejar tayang?) padahal di stasiun TV kan pakai Waveform Monitor untuk
standarisasi warna
Albar
ahsan andrian wrote:
jadi
inget, waktu itu pernah ikutan workshop produksi sama orang inggris.
emang menurut bule2 itu shooting pake studio jauh lebih ekonomis
ketimbang pake real location. naroh lampu ga susah. kurang space
tinggal geser2. dan beberapa lokasi kayak kantor dan rumah sakit, tidak
terikat dengan waktu yang dibolehkan buat shooting. cuman ya entah
kenapa, kok produser kita suka tega neken2 budget, ya departemen
artistik lah yang kena getahnya.
kalo kenapa video pake 25 dan 30 fps kan udah dijelasin tuh. dapet dari
itungan listrik (25 fps dengan 50Hz, 30fps dengan 60Hz). kalo film
kenapa 24? persisnya gw lupa. tapi ini gara2 film dipaksa menggunakan
suara. dulu jaman silent movie, kecepatan kamera tergantung kecepatan
kameraman memutar engkol kamera. gara2 suara masuk ke dalam film, mau
gak mau speed kamera harus distandarisasi biar bisa jalan berdampingan
(sinkron) dengan suara. dan ga tau kenapa kok ya ketemunya 24.
sekali lagi, speed kamera ga ada hubungannya dengan kualitas gambar.
kenapa kok kamera video berusaha mendekatkan diri dengan kecepatan
kamera film, supaya nantinya ketika diubah ke film tidak terlalu banyak
perubahan yang berarti. kira2 begitu..
sekedar info aja, harga mesin grading itu muahal banget (termasuk juga
sewanya). kalo cuma buat ftv kita kayaknya masih kelewat muahal buat
dilewatin mesin ini. malah beberapa ftv ditayangkan tanpa grading.
-ahsan-
From:
Ari
Dina Krestiawan <brahmari@yahoo. com> To:
editing@yahoogroups .com Sent: Wednesday,
November 11, 2009 21:02:36 Subject: Re: Bls:
Bls:
Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
Nimbrung dikit ah. Udah lama gak ikutan, hehehe
cuma ngambil quote ini "sudah
diset sebaik dengan yang dimiliki hollywood"
Wah, ini PR besar.
Film-film serial TV di Hollywood, dan Jepang, mereka shooting di
studio. Sehingga mereka punya kebebasan menaruh lampu (lighting) seenak
udelnya. Ada yang make lampu segede gambreng yang dibungkus softbox
gede luar biasa, yang kalo di sini diistilahkan sebagai space light. Di
taruh bener2 di atas kepala para aktor atau performer, jadi bener2
global lighting, mereka udah bisa me "logika" kan matahari, cahaya yang
paling normal kita liat sehari-hari.
No offense ya para DoP (director of photography) , DP Indonesia bagus
bagus kok. Tapi menjadi hollywood ya seperti tadi, banyak PR-nya. Dari
lokasi aja, di Indonesia biasanya make rumah yang udah jadi, yang tidak
di design untuk grid-grid lighting.
Dan, kamera itu gak segalanya, hari ini gue baru kelar suting yang gue
sendiri yang ambil gambar. Kamera-nya bagus kok, tapi tripod-nya sucks,
itu yang sering dilupakan, tripod itu sama pentingnya dengan kamera,
dan sekali lagi, itu hanya alat, "man behind the gun" itu yang kemudian
membuatnya berbeda.
Misalnya kita emang sulit ngejar Hollywood, bukan berarti berhenti
mengejar, mereka sangat bagus untuk belajar masalah craftmanship. Tapi
kita kan bisa bikin doong alternatif lain yang mungkin membuat
Hollywood tercengang.
Ingat film China dengan kungfu-kungfunya yaaa, mereka gak main special
FX canggih a la Hollywood, tapi bener2 blocking dan camera movement,
Hollywood geleng-geleng kepala tuh.
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo.
com>
Subject: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
To: editing@yahoogroups .com
Date: Tuesday, November 10, 2009, 10:55 PM
wah
asik" ada yang bales lagi
makasih om ahsan, jadi nambah ilmu baru lagi
oww jadi fps ga ngaruh yah ke kualitas/tampilan gambar
saya kirain ngaruh wheheh..
alasannya kira" kenapa yah film 35mm memakai 24fps instead of 25fps
atau 30fps?
maksudn saya soal kualitas kamera film itu di look nya
maap kurang spesifik yah saya nanya nya kemaren hahaha.
yang soal serial
maksud saya yang di serial NCIS dan Dexter di Fox Crime (kurang tau jg
kalo di serial lain)
tapi di serial itu, gambarnya keliatan beda dengan gambar di film atau
gambar di serial 24, Alias atau Heroes
atau jangan" emang pake kamera yang sama/sekelasnya, cuma mata saya aja
yang aneh (jadi saya ngeliatnya kaya beda)
hahaha..
terus pernah denger jg, katanya serial Smallville itu udah pake kamera
HD buat sutingnya
itu berarti sutingnya udah ga pake 35mm lagi yah?
terus ko hasilnya bisa sebagus itu, mirip banget dengan 35mm
bedanya dimana dengan FTV kita yang jg sutingnya udah pake kamera HD
mungkin jawabannya seperti yang dijelaskan oleh om Dandy, tergantung
merk dan type kamera HD nya
tapi apakah dengan kamera HD yang dimiliki oleh Trans TV (atau kamera
sekelasnya) itu bisa dimaksimalkan hingga hasilnya bisa seperti
look-nya SmallVille? (diasumsikan
penataan lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang
lainnya (sebagaimana yang dijelaskan oleh om ahsan), sudah diset sebaik
dengan yang dimiliki hollywood)
maap yah kalo makin keliatan cupu nya hahaha..
mohon pencerahannya lagi yah om
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
malu
bertanya sesat di jalan loh. kalo ga ditanyain, pada ga ngebahas2 juga.
jadi cupu tuh gapapa, asal jangan betah aja jadi cupu. :D
kayaknya perlu dilurusin dikit nih, maksudnya kualitas kamera film tuh
apa ya? kalo diterjemahkan secara teknis (besarnya resolusi) ya seperti
yang dijelaskan dandy sebelumnya. kalo soal look, sangat tergantung
dari jenis kamera, jenis lensa, jenis film (format rekaman), penataan
lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang lainnya.
kecepatan gambar (fps) tidak berpengaruh terhadap kualitas video
(ataupun film). ini berhubungan dengan standard yang digunakan. film
35mm menggunakan kecepatan 24fps. untuk video sebenernya ditentukan
oleh penggunaan daya listrik. indonesia yang menggunakan voltase 220
dan 50Hz menggunakan kecepatan 25fps, jepang dan amerika menggunakan 30
fps (atau tepatnya 29,97fps) karena menggunakan listrik 60Hz. sebaiknya
kecepatan yang digunakan ketika shooting sama dengan kecepatan untuk
pemutaran, jika tidak, harus dilakukan konversi kecepatan. konversi
yang tidak hati2 bisa berakibat gambar yang dihasilkan menjadi rusak.
serial di amerika yang mana nih?
-ahsan-
From:
safwat assaqa <assaqa80@yahoo.. com> To:
editing@yahoogroups .com Sent:
Tuesday,
November 10, 2009 10:25:20 Subject:
Bls:
Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
wah
om Dandy penjelasannya lengkap bangettt
seneng banget bacanya, jadi nambah pengetahuan
sebenernya masih banyak yang pengen ditanyain, berhubungan dengan
penjelasannya om Dandy
tapi malu, takut saya ketahuan cupunya hahaha..
om dandy punya blog atau website pribadi yang isinya ngebahas soal ini
ga yah?
kalo punya, saya baca langsung aja dari blognya om dandy
oh iyah, kalo fps ngaruhnya kemana yah?
apa antara 24fps dan 25fps bakal ngaruh ke kualitas tampilan video
terus kalo serial di amerika, itu sutingnya pake kamera apa yah?
hasilnya terlihat seperti bukan memakai kamera film (kualitas masih di
bawah kamera film)
tapi tetap mendekati kualitas kamera film
maap banyak tanya
mohon pencerahannya
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
maap
numpang nanya
ada yang tau ga yah kamera yang dipake buat suting FTV di trans tv?
kalo yang aku denger, itu kamera panasonic P2 yang udah HD
tapi kenapa yah kalo liat di tv, hasilnya rada 'aneh'
gambar memang bagus, sudah lebih baik dibanding kualitas kamera sinetron
tapi masih terasa jelas bedanya dengan gambar kamera film seluloid
seperti terlalu halus, warna jg kurang enak diliat, dan depth of field
yang kadang berlebihan (kalo ini mungkin dari setingan kamera)
soalnya saya sudah liat hasil dari sutingan video dari kamera canon eos
7D (sama" HD)
liatnya memang di youtube, blm pernah liat hasil aslinya langsung
tapi di situ hasilnya udah mendekati gambar kamera film pro
padahal harga antara P2 dan eos 7D berbeda lumayan jauh
apa karena editingnya, atau setingan kameranya yah?
atau mungkin karena perbedaan teknologi? (mesin/prosesor di dalamnya)
tolong pencerahannya
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
From: safwat assaqa <assaqa80@...> To: editing@yahoogroups.com Sent: Monday, November 16, 2009 13:39:00 Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: [editing] editing
atau setingan kamera?
duh duh maap, lama balesnya, abis pulang mudik soalnya, ga bisa ol di kampung halaman seneng banget nih banyak yang jawab, jadi banyak nambah pengetahuan
oww ternyata emang pake film yah sutingnya smallville iyah udah liat link yang dikasih ama om anto tapi saya ga ada yang ngerti itu kamera apa yang dimaksud untung om anto bilang itu kamera film, jadi saya tau kalo itu ternyata kamera film hahaha..
iyah yah, bener jg kata om anto, jgn disamain ama FTV indonesia saya emang terlalu lugu hahaha..
btw QC warna yang dimaksud om albar itu apa yah? terus vectorscope itu apa? terus maksud istilah broadcast standar untuk monitor itu apa om ahsan? yang soal mesin grading, itu harga standar sewanya berapa yah om ahsan? terus kualitas video seperti apa yang bisa
digrading pake mesin itu? (maksudnya biar ga mubazir nyewa mesin grading mahal") kalo suting pake xl2 kira" mubazir ga kalo digrading pake mesin tersebut? duh maap kebanyakan nanya tapi seperti kata om ahsan 'malu bertanya sesat di jalan loh' hahaha..
yang soal disampein ama tante ari dina, saya jg setuju, PR kita banyak banget (atau jangan" kebanyakan haha..), buat ngejar hollywood tar cita" saya kalo punya uang banyak, pengen bikin studio buat suting film, biar hasil film atau serial di negara kita makin oks jadi kita bisa ngejar atau bahkan melampaui hollywood..amiiiinn .. (yah mimpi kan boleh, mumpung gratis hahaha..)
oh iyah, makasih banget jg atas penjelasan dari om ahsan dan om iponk soal framerate, jadi makin nambah nih pengetahuan baru saya
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh
Hangat
Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
kalo
soal flicker sih gambar masih akan flicker dengan speed 24fps. sebuah
cahaya akan terlihat tidak flicker (berkedip) ketika cahaya itu
berkedip sebanyak 50 kali dalam satu detik. makanya dulu kalo nonton
film gambarnya pasti berkedip (flicker), karena cuma dicahayai 24 kali
dalam 1 detik.
kemudian, untuk mengatasi hal itu, tiap2 frame
dalam sebuah film dicahayai sebanyak 2 kali. jadinya dalam 1 detik akan
dicahayai sebanyak 48kali. terpaut sangat sedikit dengan angka 50,
tetapi untuk mata manusia masih dapat ditangkap sebagai cahaya yang
tidak berkedip.
-ahsan-
From: Iponxonik <iponk1322@gmail. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Thursday, November 12, 2009 18:58:07 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?

kalo seinget gw sih dulu diajarin nih di kuliah Tekno Film dan TV, kenapa film pake speed 24, krn pd speed itu gambarnya motionnya keliatan normal, tidak flicker, tidak patah-patah. .
soalnya sblmnya kan speednya tidak konstan atau dibawah 24fps.
--- On Thu, 11/12/09, ahsan andrian <beruangjenggot@ yahoo.com> wrote:
From: ahsan andrian <beruangjenggot@ yahoo.com> Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan
kamera? To: editing@yahoogroups .com Date: Thursday, November 12, 2009, 6:29 PM
ya ini juga nih jadi kendala. terlebih setelah masuknya era video digital. mentang2 mesin editing bisa dimiliki murah oleh siapapun, boro2 pake vectorscope, monitor yang dipake aja seringkali tidak broadcast standard.
-ahsan-
From: Albar Daengparani <albar@senjaya. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Thursday, November 12, 2009
18:24:54 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
maaf, bukan waveform monitor untuk QC warna tapi Vectorscope. . Kedua
alat ini mutlak ada di stasiun TV.
Albar
Albar Daengparani wrote:
nambahin dikit pak Ahsan,
Mungkin warna yang dilihat aneh di tv itu tidak sempat melalui QC
(kejar tayang?) padahal di stasiun TV kan pakai Waveform Monitor untuk
standarisasi warna
Albar
ahsan andrian wrote:
jadi
inget, waktu itu pernah ikutan workshop produksi sama orang inggris.
emang menurut bule2 itu shooting pake studio jauh lebih ekonomis
ketimbang pake real location. naroh lampu ga susah. kurang space
tinggal geser2. dan beberapa lokasi kayak kantor dan rumah sakit, tidak
terikat dengan waktu yang dibolehkan buat shooting. cuman ya entah
kenapa, kok produser kita suka tega neken2 budget, ya departemen
artistik lah yang kena getahnya.
kalo kenapa video pake 25 dan 30 fps kan udah dijelasin tuh. dapet dari
itungan listrik (25 fps dengan 50Hz, 30fps dengan 60Hz). kalo film
kenapa 24? persisnya gw lupa. tapi ini gara2 film dipaksa menggunakan
suara. dulu jaman silent movie, kecepatan kamera tergantung kecepatan
kameraman memutar engkol kamera. gara2 suara masuk ke dalam film, mau
gak mau speed kamera harus distandarisasi biar bisa jalan berdampingan
(sinkron) dengan suara. dan ga tau kenapa kok ya ketemunya 24.
sekali lagi, speed kamera ga ada hubungannya dengan kualitas gambar.
kenapa kok kamera video berusaha mendekatkan diri dengan kecepatan
kamera film, supaya nantinya ketika diubah ke film tidak terlalu banyak
perubahan yang berarti. kira2 begitu.
sekedar info aja, harga mesin grading itu muahal banget (termasuk juga
sewanya). kalo cuma buat ftv kita kayaknya masih kelewat muahal buat
dilewatin mesin ini. malah beberapa ftv ditayangkan tanpa grading.
-ahsan-
From:
Ari
Dina Krestiawan <brahmari@yahoo. com> To:
editing@yahoogroups .com Sent: Wednesday,
November 11, 2009 21:02:36 Subject: Re: Bls:
Bls:
Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
Nimbrung dikit ah. Udah lama gak ikutan, hehehe
cuma ngambil quote ini "sudah
diset sebaik dengan yang dimiliki hollywood"
Wah, ini PR besar.
Film-film serial TV di Hollywood, dan Jepang, mereka shooting di
studio. Sehingga mereka punya kebebasan menaruh lampu (lighting) seenak
udelnya. Ada yang make lampu segede gambreng yang dibungkus softbox
gede luar biasa, yang kalo di sini diistilahkan sebagai space light. Di
taruh bener2 di atas kepala para aktor atau performer, jadi bener2
global lighting, mereka udah bisa me "logika" kan matahari, cahaya yang
paling normal kita liat sehari-hari.
No offense ya para DoP (director of photography) , DP Indonesia bagus
bagus kok. Tapi menjadi hollywood ya seperti tadi, banyak PR-nya. Dari
lokasi aja, di Indonesia biasanya make rumah yang udah jadi, yang tidak
di design untuk grid-grid lighting.
Dan, kamera itu gak segalanya, hari ini gue baru kelar suting yang gue
sendiri yang ambil gambar. Kamera-nya bagus kok, tapi tripod-nya sucks,
itu yang sering dilupakan, tripod itu sama pentingnya dengan kamera,
dan sekali lagi, itu hanya alat, "man behind the gun" itu yang kemudian
membuatnya berbeda.
Misalnya kita emang sulit ngejar Hollywood, bukan berarti berhenti
mengejar, mereka sangat bagus untuk belajar masalah craftmanship. Tapi
kita kan bisa bikin doong alternatif lain yang mungkin membuat
Hollywood tercengang.
Ingat film China dengan kungfu-kungfunya yaaa, mereka gak main special
FX canggih a la Hollywood, tapi bener2 blocking dan camera movement,
Hollywood geleng-geleng kepala tuh.
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo.
com>
Subject: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
To: editing@yahoogroups .com
Date: Tuesday, November 10, 2009, 10:55 PM
wah
asik" ada yang bales lagi
makasih om ahsan, jadi nambah ilmu baru lagi
oww jadi fps ga ngaruh yah ke kualitas/tampilan gambar
saya kirain ngaruh wheheh..
alasannya kira" kenapa yah film 35mm memakai 24fps instead of 25fps
atau 30fps?
maksudn saya soal kualitas kamera film itu di look nya
maap kurang spesifik yah saya nanya nya kemaren hahaha.
yang soal serial
maksud saya yang di serial NCIS dan Dexter di Fox Crime (kurang tau jg
kalo di serial lain)
tapi di serial itu, gambarnya keliatan beda dengan gambar di film atau
gambar di serial 24, Alias atau Heroes
atau jangan" emang pake kamera yang sama/sekelasnya, cuma mata saya aja
yang aneh (jadi saya ngeliatnya kaya beda)
hahaha..
terus pernah denger jg, katanya serial Smallville itu udah pake kamera
HD buat sutingnya
itu berarti sutingnya udah ga pake 35mm lagi yah?
terus ko hasilnya bisa sebagus itu, mirip banget dengan 35mm
bedanya dimana dengan FTV kita yang jg sutingnya udah pake kamera HD
mungkin jawabannya seperti yang dijelaskan oleh om Dandy, tergantung
merk dan type kamera HD nya
tapi apakah dengan kamera HD yang dimiliki oleh Trans TV (atau kamera
sekelasnya) itu bisa dimaksimalkan hingga hasilnya bisa seperti
look-nya SmallVille? (diasumsikan
penataan lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang
lainnya (sebagaimana yang dijelaskan oleh om ahsan), sudah diset sebaik
dengan yang dimiliki hollywood)
maap yah kalo makin keliatan cupu nya hahaha..
mohon pencerahannya lagi yah om
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
malu
bertanya sesat di jalan loh. kalo ga ditanyain, pada ga ngebahas2 juga.
jadi cupu tuh gapapa, asal jangan betah aja jadi cupu. :D
kayaknya perlu dilurusin dikit nih, maksudnya kualitas kamera film tuh
apa ya? kalo diterjemahkan secara teknis (besarnya resolusi) ya seperti
yang dijelaskan dandy sebelumnya. kalo soal look, sangat tergantung
dari jenis kamera, jenis lensa, jenis film (format rekaman), penataan
lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang lainnya.
kecepatan gambar (fps) tidak berpengaruh terhadap kualitas video
(ataupun film). ini berhubungan dengan standard yang digunakan. film
35mm menggunakan kecepatan 24fps. untuk video sebenernya ditentukan
oleh penggunaan daya listrik. indonesia yang menggunakan voltase 220
dan 50Hz menggunakan kecepatan 25fps, jepang dan amerika menggunakan 30
fps (atau tepatnya 29,97fps) karena menggunakan listrik 60Hz. sebaiknya
kecepatan yang digunakan ketika shooting sama dengan kecepatan untuk
pemutaran, jika tidak, harus dilakukan konversi kecepatan. konversi
yang tidak hati2 bisa berakibat gambar yang dihasilkan menjadi rusak.
serial di amerika yang mana nih?
-ahsan-
From:
safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> To:
editing@yahoogroups .com Sent:
Tuesday,
November 10, 2009 10:25:20 Subject:
Bls:
Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
wah
om Dandy penjelasannya lengkap bangettt
seneng banget bacanya, jadi nambah pengetahuan
sebenernya masih banyak yang pengen ditanyain, berhubungan dengan
penjelasannya om Dandy
tapi malu, takut saya ketahuan cupunya hahaha..
om dandy punya blog atau website pribadi yang isinya ngebahas soal ini
ga yah?
kalo punya, saya baca langsung aja dari blognya om dandy
oh iyah, kalo fps ngaruhnya kemana yah?
apa antara 24fps dan 25fps bakal ngaruh ke kualitas tampilan video
terus kalo serial di amerika, itu sutingnya pake kamera apa yah?
hasilnya terlihat seperti bukan memakai kamera film (kualitas masih di
bawah kamera film)
tapi tetap mendekati kualitas kamera film
maap banyak tanya
mohon pencerahannya
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
maap
numpang nanya
ada yang tau ga yah kamera yang dipake buat suting FTV di trans tv?
kalo yang aku denger, itu kamera panasonic P2 yang udah HD
tapi kenapa yah kalo liat di tv, hasilnya rada 'aneh'
gambar memang bagus, sudah lebih baik dibanding kualitas kamera sinetron
tapi masih terasa jelas bedanya dengan gambar kamera film seluloid
seperti terlalu halus, warna jg kurang enak diliat, dan depth of field
yang kadang berlebihan (kalo ini mungkin dari setingan kamera)
soalnya saya sudah liat hasil dari sutingan video dari kamera canon eos
7D (sama" HD)
liatnya memang di youtube, blm pernah liat hasil aslinya langsung
tapi di situ hasilnya udah mendekati gambar kamera film pro
padahal harga antara P2 dan eos 7D berbeda lumayan jauh
apa karena editingnya, atau setingan kameranya yah?
atau mungkin karena perbedaan teknologi? (mesin/prosesor di dalamnya)
tolong pencerahannya
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
duh duh maap, lama balesnya, abis pulang mudik soalnya, ga bisa ol di kampung halaman seneng banget nih banyak yang jawab, jadi banyak nambah pengetahuan
oww ternyata emang pake film yah sutingnya smallville iyah udah liat link yang dikasih ama om anto tapi saya ga ada yang ngerti itu kamera apa yang dimaksud untung om anto bilang itu kamera film, jadi saya tau kalo itu ternyata kamera film hahaha..
iyah yah, bener jg kata om anto, jgn disamain ama FTV indonesia saya emang terlalu lugu hahaha..
btw QC warna yang dimaksud om albar itu apa yah? terus vectorscope itu apa? terus maksud istilah broadcast standar untuk monitor itu apa om ahsan? yang soal mesin grading, itu harga standar sewanya berapa yah om ahsan? terus kualitas video seperti apa yang bisa
digrading pake mesin itu? (maksudnya biar ga mubazir nyewa mesin grading mahal") kalo suting pake xl2 kira" mubazir ga kalo digrading pake mesin tersebut? duh maap kebanyakan nanya tapi seperti kata om ahsan 'malu bertanya sesat di jalan loh' hahaha..
yang soal disampein ama tante ari dina, saya jg setuju, PR kita banyak banget (atau jangan" kebanyakan haha..), buat ngejar hollywood tar cita" saya kalo punya uang banyak, pengen bikin studio buat suting film, biar hasil film atau serial di negara kita makin oks jadi kita bisa ngejar atau bahkan melampaui hollywood..amiiiinn.. (yah mimpi kan boleh, mumpung gratis hahaha..)
oh iyah, makasih banget jg atas penjelasan dari om ahsan dan om iponk soal framerate, jadi makin nambah nih pengetahuan baru saya
-------------------------------------------------------------- "Segelas Teh Hangat
Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
kalo
soal flicker sih gambar masih akan flicker dengan speed 24fps. sebuah
cahaya akan terlihat tidak flicker (berkedip) ketika cahaya itu
berkedip sebanyak 50 kali dalam satu detik. makanya dulu kalo nonton
film gambarnya pasti berkedip (flicker), karena cuma dicahayai 24 kali
dalam 1 detik.
kemudian, untuk mengatasi hal itu, tiap2 frame
dalam sebuah film dicahayai sebanyak 2 kali. jadinya dalam 1 detik akan
dicahayai sebanyak 48kali. terpaut sangat sedikit dengan angka 50,
tetapi untuk mata manusia masih dapat ditangkap sebagai cahaya yang
tidak berkedip.
-ahsan-
From: Iponxonik <iponk1322@gmail. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Thursday, November 12, 2009 18:58:07 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?

kalo seinget gw sih dulu diajarin nih di kuliah Tekno Film dan TV, kenapa film pake speed 24, krn pd speed itu gambarnya motionnya keliatan normal, tidak flicker, tidak patah-patah. .
soalnya sblmnya kan speednya tidak konstan atau dibawah 24fps.
--- On Thu, 11/12/09, ahsan andrian <beruangjenggot@ yahoo.com> wrote:
From: ahsan andrian <beruangjenggot@ yahoo.com> Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan
kamera? To: editing@yahoogroups .com Date: Thursday, November 12, 2009, 6:29 PM
ya ini juga nih jadi kendala. terlebih setelah masuknya era video digital. mentang2 mesin editing bisa dimiliki murah oleh siapapun, boro2 pake vectorscope, monitor yang dipake aja seringkali tidak broadcast standard.
-ahsan-
From: Albar Daengparani <albar@senjaya. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Thursday, November 12, 2009
18:24:54 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
maaf, bukan waveform monitor untuk QC warna tapi Vectorscope.. Kedua
alat ini mutlak ada di stasiun TV.
Albar
Albar Daengparani wrote:
nambahin dikit pak Ahsan,
Mungkin warna yang dilihat aneh di tv itu tidak sempat melalui QC
(kejar tayang?) padahal di stasiun TV kan pakai Waveform Monitor untuk
standarisasi warna
Albar
ahsan andrian wrote:
jadi
inget, waktu itu pernah ikutan workshop produksi sama orang inggris.
emang menurut bule2 itu shooting pake studio jauh lebih ekonomis
ketimbang pake real location. naroh lampu ga susah. kurang space
tinggal geser2. dan beberapa lokasi kayak kantor dan rumah sakit, tidak
terikat dengan waktu yang dibolehkan buat shooting. cuman ya entah
kenapa, kok produser kita suka tega neken2 budget, ya departemen
artistik lah yang kena getahnya.
kalo kenapa video pake 25 dan 30 fps kan udah dijelasin tuh. dapet dari
itungan listrik (25 fps dengan 50Hz, 30fps dengan 60Hz). kalo film
kenapa 24? persisnya gw lupa. tapi ini gara2 film dipaksa menggunakan
suara. dulu jaman silent movie, kecepatan kamera tergantung kecepatan
kameraman memutar engkol kamera. gara2 suara masuk ke dalam film, mau
gak mau speed kamera harus distandarisasi biar bisa jalan berdampingan
(sinkron) dengan suara. dan ga tau kenapa kok ya ketemunya 24.
sekali lagi, speed kamera ga ada hubungannya dengan kualitas gambar.
kenapa kok kamera video berusaha mendekatkan diri dengan kecepatan
kamera film, supaya nantinya ketika diubah ke film tidak terlalu banyak
perubahan yang berarti. kira2 begitu.
sekedar info aja, harga mesin grading itu muahal banget (termasuk juga
sewanya). kalo cuma buat ftv kita kayaknya masih kelewat muahal buat
dilewatin mesin ini. malah beberapa ftv ditayangkan tanpa grading.
-ahsan-
From:
Ari
Dina Krestiawan <brahmari@yahoo. com> To:
editing@yahoogroups .com Sent: Wednesday,
November 11, 2009 21:02:36 Subject: Re: Bls:
Bls:
Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
Nimbrung dikit ah. Udah lama gak ikutan, hehehe
cuma ngambil quote ini "sudah
diset sebaik dengan yang dimiliki hollywood"
Wah, ini PR besar.
Film-film serial TV di Hollywood, dan Jepang, mereka shooting di
studio. Sehingga mereka punya kebebasan menaruh lampu (lighting) seenak
udelnya. Ada yang make lampu segede gambreng yang dibungkus softbox
gede luar biasa, yang kalo di sini diistilahkan sebagai space light. Di
taruh bener2 di atas kepala para aktor atau performer, jadi bener2
global lighting, mereka udah bisa me "logika" kan matahari, cahaya yang
paling normal kita liat sehari-hari.
No offense ya para DoP (director of photography) , DP Indonesia bagus
bagus kok. Tapi menjadi hollywood ya seperti tadi, banyak PR-nya. Dari
lokasi aja, di Indonesia biasanya make rumah yang udah jadi, yang tidak
di design untuk grid-grid lighting.
Dan, kamera itu gak segalanya, hari ini gue baru kelar suting yang gue
sendiri yang ambil gambar. Kamera-nya bagus kok, tapi tripod-nya sucks,
itu yang sering dilupakan, tripod itu sama pentingnya dengan kamera,
dan sekali lagi, itu hanya alat, "man behind the gun" itu yang kemudian
membuatnya berbeda.
Misalnya kita emang sulit ngejar Hollywood, bukan berarti berhenti
mengejar, mereka sangat bagus untuk belajar masalah craftmanship. Tapi
kita kan bisa bikin doong alternatif lain yang mungkin membuat
Hollywood tercengang.
Ingat film China dengan kungfu-kungfunya yaaa, mereka gak main special
FX canggih a la Hollywood, tapi bener2 blocking dan camera movement,
Hollywood geleng-geleng kepala tuh.
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo.
com>
Subject: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
To: editing@yahoogroups .com
Date: Tuesday, November 10, 2009, 10:55 PM
wah
asik" ada yang bales lagi
makasih om ahsan, jadi nambah ilmu baru lagi
oww jadi fps ga ngaruh yah ke kualitas/tampilan gambar
saya kirain ngaruh wheheh..
alasannya kira" kenapa yah film 35mm memakai 24fps instead of 25fps
atau 30fps?
maksudn saya soal kualitas kamera film itu di look nya
maap kurang spesifik yah saya nanya nya kemaren hahaha.
yang soal serial
maksud saya yang di serial NCIS dan Dexter di Fox Crime (kurang tau jg
kalo di serial lain)
tapi di serial itu, gambarnya keliatan beda dengan gambar di film atau
gambar di serial 24, Alias atau Heroes
atau jangan" emang pake kamera yang sama/sekelasnya, cuma mata saya aja
yang aneh (jadi saya ngeliatnya kaya beda)
hahaha..
terus pernah denger jg, katanya serial Smallville itu udah pake kamera
HD buat sutingnya
itu berarti sutingnya udah ga pake 35mm lagi yah?
terus ko hasilnya bisa sebagus itu, mirip banget dengan 35mm
bedanya dimana dengan FTV kita yang jg sutingnya udah pake kamera HD
mungkin jawabannya seperti yang dijelaskan oleh om Dandy, tergantung
merk dan type kamera HD nya
tapi apakah dengan kamera HD yang dimiliki oleh Trans TV (atau kamera
sekelasnya) itu bisa dimaksimalkan hingga hasilnya bisa seperti
look-nya SmallVille? (diasumsikan
penataan lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang
lainnya (sebagaimana yang dijelaskan oleh om ahsan), sudah diset sebaik
dengan yang dimiliki hollywood)
maap yah kalo makin keliatan cupu nya hahaha..
mohon pencerahannya lagi yah om
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
malu
bertanya sesat di jalan loh. kalo ga ditanyain, pada ga ngebahas2 juga.
jadi cupu tuh gapapa, asal jangan betah aja jadi cupu. :D
kayaknya perlu dilurusin dikit nih, maksudnya kualitas kamera film tuh
apa ya? kalo diterjemahkan secara teknis (besarnya resolusi) ya seperti
yang dijelaskan dandy sebelumnya. kalo soal look, sangat tergantung
dari jenis kamera, jenis lensa, jenis film (format rekaman), penataan
lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang lainnya.
kecepatan gambar (fps) tidak berpengaruh terhadap kualitas video
(ataupun film). ini berhubungan dengan standard yang digunakan. film
35mm menggunakan kecepatan 24fps. untuk video sebenernya ditentukan
oleh penggunaan daya listrik. indonesia yang menggunakan voltase 220
dan 50Hz menggunakan kecepatan 25fps, jepang dan amerika menggunakan 30
fps (atau tepatnya 29,97fps) karena menggunakan listrik 60Hz. sebaiknya
kecepatan yang digunakan ketika shooting sama dengan kecepatan untuk
pemutaran, jika tidak, harus dilakukan konversi kecepatan. konversi
yang tidak hati2 bisa berakibat gambar yang dihasilkan menjadi rusak.
serial di amerika yang mana nih?
-ahsan-
From:
safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> To:
editing@yahoogroups .com Sent:
Tuesday,
November 10, 2009 10:25:20 Subject:
Bls:
Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
wah
om Dandy penjelasannya lengkap bangettt
seneng banget bacanya, jadi nambah pengetahuan
sebenernya masih banyak yang pengen ditanyain, berhubungan dengan
penjelasannya om Dandy
tapi malu, takut saya ketahuan cupunya hahaha..
om dandy punya blog atau website pribadi yang isinya ngebahas soal ini
ga yah?
kalo punya, saya baca langsung aja dari blognya om dandy
oh iyah, kalo fps ngaruhnya kemana yah?
apa antara 24fps dan 25fps bakal ngaruh ke kualitas tampilan video
terus kalo serial di amerika, itu sutingnya pake kamera apa yah?
hasilnya terlihat seperti bukan memakai kamera film (kualitas masih di
bawah kamera film)
tapi tetap mendekati kualitas kamera film
maap banyak tanya
mohon pencerahannya
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
maap
numpang nanya
ada yang tau ga yah kamera yang dipake buat suting FTV di trans tv?
kalo yang aku denger, itu kamera panasonic P2 yang udah HD
tapi kenapa yah kalo liat di tv, hasilnya rada 'aneh'
gambar memang bagus, sudah lebih baik dibanding kualitas kamera sinetron
tapi masih terasa jelas bedanya dengan gambar kamera film seluloid
seperti terlalu halus, warna jg kurang enak diliat, dan depth of field
yang kadang berlebihan (kalo ini mungkin dari setingan kamera)
soalnya saya sudah liat hasil dari sutingan video dari kamera canon eos
7D (sama" HD)
liatnya memang di youtube, blm pernah liat hasil aslinya langsung
tapi di situ hasilnya udah mendekati gambar kamera film pro
padahal harga antara P2 dan eos 7D berbeda lumayan jauh
apa karena editingnya, atau setingan kameranya yah?
atau mungkin karena perbedaan teknologi? (mesin/prosesor di dalamnya)
tolong pencerahannya
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
kalo soal flicker sih gambar masih akan flicker dengan speed 24fps. sebuah cahaya akan terlihat tidak flicker (berkedip) ketika cahaya itu berkedip sebanyak 50 kali dalam satu detik. makanya dulu kalo nonton film gambarnya pasti berkedip (flicker), karena cuma dicahayai 24 kali dalam 1 detik.
kemudian, untuk mengatasi hal itu, tiap2 frame dalam sebuah film dicahayai sebanyak 2 kali. jadinya dalam 1 detik akan dicahayai sebanyak 48kali. terpaut sangat sedikit dengan angka 50, tetapi untuk mata manusia masih dapat ditangkap sebagai cahaya yang tidak berkedip.
-ahsan-
From: Iponxonik <iponk1322@...> To: editing@yahoogroups.com Sent: Thursday, November 12, 2009 18:58:07 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?

kalo seinget gw sih dulu diajarin nih di kuliah Tekno Film dan TV, kenapa film pake speed 24, krn pd speed itu gambarnya motionnya keliatan normal, tidak flicker, tidak patah-patah. .
soalnya sblmnya kan speednya tidak konstan atau dibawah 24fps.
Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
jadi inget, waktu itu pernah ikutan workshop produksi sama orang inggris. emang menurut bule2 itu shooting pake studio jauh lebih ekonomis ketimbang pake real location. naroh lampu ga susah. kurang space tinggal geser2. dan beberapa lokasi kayak kantor dan rumah sakit, tidak terikat dengan waktu yang dibolehkan buat shooting. cuman ya entah kenapa, kok produser kita suka tega neken2 budget, ya departemen artistik lah yang kena getahnya.
kalo kenapa video pake 25 dan 30 fps kan udah dijelasin tuh. dapet dari itungan listrik (25 fps dengan 50Hz, 30fps dengan 60Hz). kalo film kenapa 24? persisnya gw lupa. tapi ini gara2 film dipaksa menggunakan suara. dulu jaman silent movie, kecepatan kamera tergantung kecepatan kameraman memutar engkol kamera. gara2 suara masuk ke dalam film, mau gak mau speed kamera harus distandarisasi biar bisa jalan berdampingan (sinkron) dengan suara. dan ga tau kenapa kok ya ketemunya 24.
sekali lagi, speed kamera ga ada hubungannya dengan kualitas gambar. kenapa kok kamera video berusaha mendekatkan diri dengan kecepatan kamera film, supaya nantinya ketika diubah ke film tidak terlalu banyak perubahan yang berarti. kira2 begitu.
sekedar info aja, harga mesin grading itu muahal banget (termasuk juga sewanya). kalo cuma buat ftv kita kayaknya masih kelewat muahal buat dilewatin mesin ini. malah beberapa ftv ditayangkan tanpa grading.
-ahsan-
From: Ari Dina Krestiawan <brahmari@yahoo. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Wednesday, November 11, 2009 21:02:36 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
Nimbrung dikit ah. Udah lama gak ikutan, hehehe cuma ngambil quote ini "sudah diset sebaik dengan yang dimiliki hollywood" Wah, ini PR besar. Film-film serial TV di Hollywood, dan Jepang, mereka shooting di studio. Sehingga mereka punya kebebasan menaruh lampu (lighting) seenak udelnya. Ada yang make lampu segede gambreng yang dibungkus softbox gede luar biasa, yang kalo di sini diistilahkan sebagai space light. Di taruh bener2 di atas kepala para aktor atau performer, jadi bener2 global lighting, mereka udah bisa me "logika" kan matahari, cahaya yang paling normal kita liat sehari-hari. No offense ya para DoP (director of photography) , DP Indonesia bagus bagus kok. Tapi menjadi hollywood ya seperti tadi, banyak PR-nya. Dari lokasi aja, di Indonesia biasanya make rumah yang udah jadi, yang tidak di design untuk grid-grid lighting. Dan, kamera itu gak segalanya, hari ini gue baru kelar suting yang gue sendiri yang ambil gambar. Kamera-nya bagus kok, tapi tripod-nya sucks, itu yang sering dilupakan, tripod itu sama pentingnya dengan kamera, dan sekali lagi, itu hanya alat, "man behind the gun" itu yang kemudian membuatnya berbeda. Misalnya kita emang sulit ngejar Hollywood, bukan berarti berhenti mengejar, mereka sangat bagus untuk belajar masalah craftmanship. Tapi kita kan bisa bikin doong alternatif lain yang mungkin membuat Hollywood tercengang. Ingat film China dengan kungfu-kungfunya yaaa, mereka gak main special FX canggih a la Hollywood, tapi bener2 blocking dan camera movement, Hollywood geleng-geleng kepala tuh.
salam
ari
www.gilasuting. com www.akusukaiklan. blogspot. com
--- On Tue, 11/10/09, safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> wrote:
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> Subject: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera? To: editing@yahoogroups .com Date: Tuesday, November 10, 2009, 10:55 PM
wah asik" ada yang bales lagi makasih om ahsan, jadi nambah ilmu baru lagi
oww jadi fps ga ngaruh yah ke kualitas/tampilan gambar saya kirain ngaruh wheheh.. alasannya kira" kenapa yah film 35mm memakai 24fps instead of 25fps atau 30fps?
maksudn saya soal kualitas kamera film itu di look nya maap kurang spesifik yah saya nanya nya kemaren hahaha.
yang soal serial maksud saya yang di serial NCIS dan Dexter di Fox Crime (kurang tau jg kalo di serial lain) tapi di serial itu, gambarnya keliatan beda dengan gambar di film atau gambar di serial 24, Alias atau Heroes atau jangan" emang pake kamera yang sama/sekelasnya, cuma mata saya aja yang aneh (jadi saya ngeliatnya kaya beda) hahaha..
terus pernah denger jg, katanya serial Smallville itu udah pake kamera HD buat sutingnya itu berarti sutingnya udah ga pake 35mm lagi yah? terus ko hasilnya bisa sebagus itu, mirip banget dengan 35mm bedanya dimana dengan FTV kita yang jg sutingnya udah pake kamera HD mungkin jawabannya seperti yang dijelaskan oleh om Dandy, tergantung merk dan type kamera HD nya tapi apakah dengan kamera HD yang dimiliki oleh Trans TV (atau kamera sekelasnya) itu bisa dimaksimalkan hingga hasilnya bisa seperti look-nya SmallVille? (diasumsikan penataan lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang lainnya (sebagaimana yang dijelaskan oleh om ahsan), sudah diset sebaik dengan yang dimiliki hollywood)
maap yah kalo makin keliatan cupu nya hahaha.. mohon pencerahannya lagi yah om thanks!
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
malu bertanya sesat di jalan loh. kalo ga ditanyain, pada ga ngebahas2 juga. jadi cupu tuh gapapa, asal jangan betah aja jadi cupu. :D
kayaknya perlu dilurusin dikit nih, maksudnya kualitas kamera film tuh apa ya? kalo diterjemahkan secara teknis (besarnya resolusi) ya seperti yang dijelaskan dandy sebelumnya. kalo soal look, sangat tergantung dari jenis kamera, jenis lensa, jenis film (format rekaman), penataan lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang lainnya.
kecepatan gambar (fps) tidak berpengaruh terhadap kualitas video (ataupun film). ini berhubungan dengan standard yang digunakan. film 35mm menggunakan kecepatan 24fps. untuk video sebenernya ditentukan oleh penggunaan daya listrik. indonesia yang menggunakan voltase 220 dan 50Hz menggunakan kecepatan 25fps, jepang dan amerika menggunakan 30 fps (atau tepatnya 29,97fps) karena menggunakan listrik 60Hz. sebaiknya kecepatan yang digunakan ketika shooting sama dengan kecepatan untuk pemutaran, jika tidak, harus dilakukan konversi kecepatan. konversi yang tidak hati2 bisa berakibat gambar yang dihasilkan menjadi rusak.
serial di amerika yang mana nih?
-ahsan-
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Tuesday, November 10, 2009 10:25:20 Subject: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
wah om Dandy penjelasannya lengkap bangettt seneng banget bacanya, jadi nambah pengetahuan sebenernya masih banyak yang pengen ditanyain, berhubungan dengan penjelasannya om Dandy tapi malu, takut saya ketahuan cupunya hahaha.. om dandy punya blog atau website pribadi yang isinya ngebahas soal ini ga yah? kalo punya, saya baca langsung aja dari blognya om dandy
oh iyah, kalo fps ngaruhnya kemana yah? apa antara 24fps dan 25fps bakal ngaruh ke kualitas tampilan video terus kalo serial di amerika, itu sutingnya pake kamera apa yah? hasilnya terlihat seperti bukan memakai kamera film (kualitas masih di bawah kamera film) tapi tetap mendekati kualitas kamera film
maap banyak tanya mohon pencerahannya thanks!
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
maap numpang nanya ada yang tau ga yah kamera yang dipake buat suting FTV di trans tv? kalo yang aku denger, itu kamera panasonic P2 yang udah HD
tapi kenapa yah kalo liat di tv, hasilnya rada 'aneh' gambar memang bagus, sudah lebih baik dibanding kualitas kamera sinetron tapi masih terasa jelas bedanya dengan gambar kamera film seluloid seperti terlalu halus, warna jg kurang enak diliat, dan depth of field yang kadang berlebihan (kalo ini mungkin dari setingan kamera)
soalnya saya sudah liat hasil dari sutingan video dari kamera canon eos 7D (sama" HD) liatnya memang di youtube, blm pernah liat hasil aslinya langsung tapi di situ hasilnya udah mendekati gambar kamera film pro padahal harga antara P2 dan eos 7D berbeda lumayan jauh apa karena editingnya, atau setingan kameranya yah? atau mungkin karena perbedaan teknologi? (mesin/prosesor di dalamnya)
tolong pencerahannya thanks!
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
kalo seinget gw sih dulu diajarin nih di kuliah Tekno Film dan TV, kenapa film pake speed 24, krn pd speed itu gambarnya motionnya keliatan normal, tidak flicker, tidak patah-patah..
soalnya sblmnya kan speednya tidak konstan atau dibawah 24fps.
Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
jadi inget, waktu itu pernah ikutan workshop produksi sama orang inggris. emang menurut bule2 itu shooting pake studio jauh lebih ekonomis ketimbang pake real location. naroh lampu ga susah. kurang space tinggal geser2. dan beberapa lokasi kayak kantor dan rumah sakit, tidak terikat dengan waktu yang dibolehkan buat shooting. cuman ya entah kenapa, kok produser kita suka tega neken2 budget, ya departemen artistik lah yang kena getahnya.
kalo kenapa video pake 25 dan 30 fps kan udah dijelasin tuh. dapet dari itungan listrik (25 fps dengan 50Hz, 30fps dengan 60Hz). kalo film kenapa 24? persisnya gw lupa. tapi ini gara2 film dipaksa menggunakan suara. dulu jaman silent movie, kecepatan kamera tergantung kecepatan kameraman memutar engkol kamera. gara2 suara masuk ke dalam film, mau gak mau speed kamera harus distandarisasi biar bisa jalan berdampingan (sinkron) dengan suara. dan ga tau kenapa kok ya ketemunya 24.
sekali lagi, speed kamera ga ada hubungannya dengan kualitas gambar. kenapa kok kamera video berusaha mendekatkan diri dengan kecepatan kamera film, supaya nantinya ketika diubah ke film tidak terlalu banyak perubahan yang berarti. kira2 begitu.
sekedar info aja, harga mesin grading itu muahal banget (termasuk juga sewanya). kalo cuma buat ftv kita kayaknya masih kelewat muahal buat dilewatin mesin ini. malah beberapa ftv ditayangkan tanpa grading.
-ahsan-
From: Ari Dina Krestiawan <brahmari@yahoo.com> To: editing@yahoogroups.com Sent: Wednesday, November 11, 2009 21:02:36 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
Nimbrung dikit ah. Udah lama gak ikutan, hehehe cuma ngambil quote ini "sudah diset sebaik dengan yang dimiliki hollywood" Wah, ini PR besar. Film-film serial TV di Hollywood, dan Jepang, mereka shooting di studio. Sehingga mereka punya kebebasan menaruh lampu (lighting) seenak udelnya. Ada yang make lampu segede gambreng yang dibungkus softbox gede luar biasa, yang kalo di sini diistilahkan sebagai space light. Di taruh bener2 di atas kepala para aktor atau performer, jadi bener2 global lighting, mereka udah bisa me "logika" kan matahari, cahaya yang paling normal kita liat sehari-hari. No offense ya para DoP (director of photography) , DP Indonesia bagus bagus kok. Tapi menjadi hollywood ya seperti tadi, banyak PR-nya. Dari lokasi aja, di Indonesia biasanya make rumah yang udah jadi, yang tidak di design untuk grid-grid lighting. Dan, kamera itu gak segalanya, hari ini gue baru kelar suting yang gue sendiri yang ambil gambar. Kamera-nya bagus kok, tapi tripod-nya sucks, itu yang sering dilupakan, tripod itu sama pentingnya dengan kamera, dan sekali lagi, itu hanya alat, "man behind the gun" itu yang kemudian membuatnya berbeda. Misalnya kita emang sulit ngejar Hollywood, bukan berarti berhenti mengejar, mereka sangat bagus untuk belajar masalah craftmanship. Tapi kita kan bisa bikin doong alternatif lain yang mungkin membuat Hollywood tercengang. Ingat film China dengan kungfu-kungfunya yaaa, mereka gak main special FX canggih a la Hollywood, tapi bener2 blocking dan camera movement, Hollywood geleng-geleng kepala tuh.
salam
ari
www.gilasuting. com www.akusukaiklan. blogspot. com
--- On Tue, 11/10/09, safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> wrote:
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> Subject: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera? To: editing@yahoogroups .com Date: Tuesday, November 10, 2009, 10:55 PM
wah asik" ada yang bales lagi makasih om ahsan, jadi nambah ilmu baru lagi
oww jadi fps ga ngaruh yah ke kualitas/tampilan gambar saya kirain ngaruh wheheh.. alasannya kira" kenapa yah film 35mm memakai 24fps instead of 25fps atau 30fps?
maksudn saya soal kualitas kamera film itu di look nya maap kurang spesifik yah saya nanya nya kemaren hahaha.
yang soal serial maksud saya yang di serial NCIS dan Dexter di Fox Crime (kurang tau jg kalo di serial lain) tapi di serial itu, gambarnya keliatan beda dengan gambar di film atau gambar di serial 24, Alias atau Heroes atau jangan" emang pake kamera yang sama/sekelasnya, cuma mata saya aja yang aneh (jadi saya ngeliatnya kaya beda) hahaha..
terus pernah denger jg, katanya serial Smallville itu udah pake kamera HD buat sutingnya itu berarti sutingnya udah ga pake 35mm lagi yah? terus ko hasilnya bisa sebagus itu, mirip banget dengan 35mm bedanya dimana dengan FTV kita yang jg sutingnya udah pake kamera HD mungkin jawabannya seperti yang dijelaskan oleh om Dandy, tergantung merk dan type kamera HD nya tapi apakah dengan kamera HD yang dimiliki oleh Trans TV (atau kamera sekelasnya) itu bisa dimaksimalkan hingga hasilnya bisa seperti look-nya SmallVille? (diasumsikan penataan lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang lainnya (sebagaimana yang dijelaskan oleh om ahsan), sudah diset sebaik dengan yang dimiliki hollywood)
maap yah kalo makin keliatan cupu nya hahaha.. mohon pencerahannya lagi yah om thanks!
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
malu bertanya sesat di jalan loh. kalo ga ditanyain, pada ga ngebahas2 juga. jadi cupu tuh gapapa, asal jangan betah aja jadi cupu. :D
kayaknya perlu dilurusin dikit nih, maksudnya kualitas kamera film tuh apa ya? kalo diterjemahkan secara teknis (besarnya resolusi) ya seperti yang dijelaskan dandy sebelumnya. kalo soal look, sangat tergantung dari jenis kamera, jenis lensa, jenis film (format rekaman), penataan lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang lainnya.
kecepatan gambar (fps) tidak berpengaruh terhadap kualitas video (ataupun film). ini berhubungan dengan standard yang digunakan. film 35mm menggunakan kecepatan 24fps. untuk video sebenernya ditentukan oleh penggunaan daya listrik. indonesia yang menggunakan voltase 220 dan 50Hz menggunakan kecepatan 25fps, jepang dan amerika menggunakan 30 fps (atau tepatnya 29,97fps) karena menggunakan listrik 60Hz. sebaiknya kecepatan yang digunakan ketika shooting sama dengan kecepatan untuk pemutaran, jika tidak, harus dilakukan konversi kecepatan. konversi yang tidak hati2 bisa berakibat gambar yang dihasilkan menjadi rusak.
serial di amerika yang mana nih?
-ahsan-
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Tuesday, November 10, 2009 10:25:20 Subject: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
wah om Dandy penjelasannya lengkap bangettt seneng banget bacanya, jadi nambah pengetahuan sebenernya masih banyak yang pengen ditanyain, berhubungan dengan penjelasannya om Dandy tapi malu, takut saya ketahuan cupunya hahaha.. om dandy punya blog atau website pribadi yang isinya ngebahas soal ini ga yah? kalo punya, saya baca langsung aja dari blognya om dandy
oh iyah, kalo fps ngaruhnya kemana yah? apa antara 24fps dan 25fps bakal ngaruh ke kualitas tampilan video terus kalo serial di amerika, itu sutingnya pake kamera apa yah? hasilnya terlihat seperti bukan memakai kamera film (kualitas masih di bawah kamera film) tapi tetap mendekati kualitas kamera film
maap banyak tanya mohon pencerahannya thanks!
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
maap numpang nanya ada yang tau ga yah kamera yang dipake buat suting FTV di trans tv? kalo yang aku denger, itu kamera panasonic P2 yang udah HD
tapi kenapa yah kalo liat di tv, hasilnya rada 'aneh' gambar memang bagus, sudah lebih baik dibanding kualitas kamera sinetron tapi masih terasa jelas bedanya dengan gambar kamera film seluloid seperti terlalu halus, warna jg kurang enak diliat, dan depth of field yang kadang berlebihan (kalo ini mungkin dari setingan kamera)
soalnya saya sudah liat hasil dari sutingan video dari kamera canon eos 7D (sama" HD) liatnya memang di youtube, blm pernah liat hasil aslinya langsung tapi di situ hasilnya udah mendekati gambar kamera film pro padahal harga antara P2 dan eos 7D berbeda lumayan jauh apa karena editingnya, atau setingan kameranya yah? atau mungkin karena perbedaan teknologi? (mesin/prosesor di dalamnya)
tolong pencerahannya thanks!
------------ --------- --------- --------- --------- --------- ----- "Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
link nya : http://www.imdb.com/title/tt0279600/technical
jangan disamain ama FTV indonesia hehehe...
--- On Thu, 11/12/09, ahsan andrian <beruangjenggot@...> wrote:
From: ahsan andrian <beruangjenggot@...> Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan
kamera? To: editing@yahoogroups.com Date: Thursday, November 12, 2009, 6:29 PM
ya ini juga nih jadi kendala. terlebih setelah masuknya era video digital. mentang2 mesin editing bisa dimiliki murah oleh siapapun, boro2 pake vectorscope, monitor yang dipake aja seringkali tidak broadcast standard.
-ahsan-
From: Albar Daengparani <albar@senjaya. com> To: editing@yahoogroups .com Sent: Thursday, November 12, 2009
18:24:54 Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
maaf, bukan waveform monitor untuk QC warna tapi Vectorscope. Kedua
alat ini mutlak ada di stasiun TV.
Albar
Albar Daengparani wrote:
nambahin dikit pak Ahsan,
Mungkin warna yang dilihat aneh di tv itu tidak sempat melalui QC
(kejar tayang?) padahal di stasiun TV kan pakai Waveform Monitor untuk
standarisasi warna
Albar
ahsan andrian wrote:
jadi
inget, waktu itu pernah ikutan workshop produksi sama orang inggris.
emang menurut bule2 itu shooting pake studio jauh lebih ekonomis
ketimbang pake real location. naroh lampu ga susah. kurang space
tinggal geser2. dan beberapa lokasi kayak kantor dan rumah sakit, tidak
terikat dengan waktu yang dibolehkan buat shooting. cuman ya entah
kenapa, kok produser kita suka tega neken2 budget, ya departemen
artistik lah yang kena getahnya.
kalo kenapa video pake 25 dan 30 fps kan udah dijelasin tuh. dapet dari
itungan listrik (25 fps dengan 50Hz, 30fps dengan 60Hz). kalo film
kenapa 24? persisnya gw lupa. tapi ini gara2 film dipaksa menggunakan
suara. dulu jaman silent movie, kecepatan kamera tergantung kecepatan
kameraman memutar engkol kamera. gara2 suara masuk ke dalam film, mau
gak mau speed kamera harus distandarisasi biar bisa jalan berdampingan
(sinkron) dengan suara. dan ga tau kenapa kok ya ketemunya 24.
sekali lagi, speed kamera ga ada hubungannya dengan kualitas gambar.
kenapa kok kamera video berusaha mendekatkan diri dengan kecepatan
kamera film, supaya nantinya ketika diubah ke film tidak terlalu banyak
perubahan yang berarti. kira2 begitu.
sekedar info aja, harga mesin grading itu muahal banget (termasuk juga
sewanya). kalo cuma buat ftv kita kayaknya masih kelewat muahal buat
dilewatin mesin ini. malah beberapa ftv ditayangkan tanpa grading.
-ahsan-
From:
Ari
Dina Krestiawan <brahmari@yahoo. com> To:
editing@yahoogroups .com Sent: Wednesday,
November 11, 2009 21:02:36 Subject: Re: Bls:
Bls:
Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
Nimbrung dikit ah. Udah lama gak ikutan, hehehe
cuma ngambil quote ini "sudah
diset sebaik dengan yang dimiliki hollywood"
Wah, ini PR besar.
Film-film serial TV di Hollywood, dan Jepang, mereka shooting di
studio. Sehingga mereka punya kebebasan menaruh lampu (lighting) seenak
udelnya. Ada yang make lampu segede gambreng yang dibungkus softbox
gede luar biasa, yang kalo di sini diistilahkan sebagai space light. Di
taruh bener2 di atas kepala para aktor atau performer, jadi bener2
global lighting, mereka udah bisa me "logika" kan matahari, cahaya yang
paling normal kita liat sehari-hari.
No offense ya para DoP (director of photography) , DP Indonesia bagus
bagus kok. Tapi menjadi hollywood ya seperti tadi, banyak PR-nya. Dari
lokasi aja, di Indonesia biasanya make rumah yang udah jadi, yang tidak
di design untuk grid-grid lighting.
Dan, kamera itu gak segalanya, hari ini gue baru kelar suting yang gue
sendiri yang ambil gambar. Kamera-nya bagus kok, tapi tripod-nya sucks,
itu yang sering dilupakan, tripod itu sama pentingnya dengan kamera,
dan sekali lagi, itu hanya alat, "man behind the gun" itu yang kemudian
membuatnya berbeda.
Misalnya kita emang sulit ngejar Hollywood, bukan berarti berhenti
mengejar, mereka sangat bagus untuk belajar masalah craftmanship. Tapi
kita kan bisa bikin doong alternatif lain yang mungkin membuat
Hollywood tercengang.
Ingat film China dengan kungfu-kungfunya yaaa, mereka gak main special
FX canggih a la Hollywood, tapi bener2 blocking dan camera movement,
Hollywood geleng-geleng kepala tuh.
From: safwat assaqa <assaqa80@yahoo.
com>
Subject: Bls: Bls: Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
To: editing@yahoogroups .com
Date: Tuesday, November 10, 2009, 10:55 PM
wah
asik" ada yang bales lagi
makasih om ahsan, jadi nambah ilmu baru lagi
oww jadi fps ga ngaruh yah ke kualitas/tampilan gambar
saya kirain ngaruh wheheh..
alasannya kira" kenapa yah film 35mm memakai 24fps instead of 25fps
atau 30fps?
maksudn saya soal kualitas kamera film itu di look nya
maap kurang spesifik yah saya nanya nya kemaren hahaha.
yang soal serial
maksud saya yang di serial NCIS dan Dexter di Fox Crime (kurang tau jg
kalo di serial lain)
tapi di serial itu, gambarnya keliatan beda dengan gambar di film atau
gambar di serial 24, Alias atau Heroes
atau jangan" emang pake kamera yang sama/sekelasnya, cuma mata saya aja
yang aneh (jadi saya ngeliatnya kaya beda)
hahaha..
terus pernah denger jg, katanya serial Smallville itu udah pake kamera
HD buat sutingnya
itu berarti sutingnya udah ga pake 35mm lagi yah?
terus ko hasilnya bisa sebagus itu, mirip banget dengan 35mm
bedanya dimana dengan FTV kita yang jg sutingnya udah pake kamera HD
mungkin jawabannya seperti yang dijelaskan oleh om Dandy, tergantung
merk dan type kamera HD nya
tapi apakah dengan kamera HD yang dimiliki oleh Trans TV (atau kamera
sekelasnya) itu bisa dimaksimalkan hingga hasilnya bisa seperti
look-nya SmallVille? (diasumsikan
penataan lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang
lainnya (sebagaimana yang dijelaskan oleh om ahsan), sudah diset sebaik
dengan yang dimiliki hollywood)
maap yah kalo makin keliatan cupu nya hahaha..
mohon pencerahannya lagi yah om
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
malu
bertanya sesat di jalan loh. kalo ga ditanyain, pada ga ngebahas2 juga.
jadi cupu tuh gapapa, asal jangan betah aja jadi cupu. :D
kayaknya perlu dilurusin dikit nih, maksudnya kualitas kamera film tuh
apa ya? kalo diterjemahkan secara teknis (besarnya resolusi) ya seperti
yang dijelaskan dandy sebelumnya. kalo soal look, sangat tergantung
dari jenis kamera, jenis lensa, jenis film (format rekaman), penataan
lampu, sudut pengambilan gambar, color grading, dan yang lainnya.
kecepatan gambar (fps) tidak berpengaruh terhadap kualitas video
(ataupun film). ini berhubungan dengan standard yang digunakan. film
35mm menggunakan kecepatan 24fps. untuk video sebenernya ditentukan
oleh penggunaan daya listrik. indonesia yang menggunakan voltase 220
dan 50Hz menggunakan kecepatan 25fps, jepang dan amerika menggunakan 30
fps (atau tepatnya 29,97fps) karena menggunakan listrik 60Hz. sebaiknya
kecepatan yang digunakan ketika shooting sama dengan kecepatan untuk
pemutaran, jika tidak, harus dilakukan konversi kecepatan. konversi
yang tidak hati2 bisa berakibat gambar yang dihasilkan menjadi rusak.
serial di amerika yang mana nih?
-ahsan-
From:
safwat assaqa <assaqa80@yahoo. com> To:
editing@yahoogroups .com Sent:
Tuesday,
November 10, 2009 10:25:20 Subject:
Bls:
Bls: [editing] editing atau setingan kamera?
wah
om Dandy penjelasannya lengkap bangettt
seneng banget bacanya, jadi nambah pengetahuan
sebenernya masih banyak yang pengen ditanyain, berhubungan dengan
penjelasannya om Dandy
tapi malu, takut saya ketahuan cupunya hahaha..
om dandy punya blog atau website pribadi yang isinya ngebahas soal ini
ga yah?
kalo punya, saya baca langsung aja dari blognya om dandy
oh iyah, kalo fps ngaruhnya kemana yah?
apa antara 24fps dan 25fps bakal ngaruh ke kualitas tampilan video
terus kalo serial di amerika, itu sutingnya pake kamera apa yah?
hasilnya terlihat seperti bukan memakai kamera film (kualitas masih di
bawah kamera film)
tapi tetap mendekati kualitas kamera film
maap banyak tanya
mohon pencerahannya
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."
maap
numpang nanya
ada yang tau ga yah kamera yang dipake buat suting FTV di trans tv?
kalo yang aku denger, itu kamera panasonic P2 yang udah HD
tapi kenapa yah kalo liat di tv, hasilnya rada 'aneh'
gambar memang bagus, sudah lebih baik dibanding kualitas kamera sinetron
tapi masih terasa jelas bedanya dengan gambar kamera film seluloid
seperti terlalu halus, warna jg kurang enak diliat, dan depth of field
yang kadang berlebihan (kalo ini mungkin dari setingan kamera)
soalnya saya sudah liat hasil dari sutingan video dari kamera canon eos
7D (sama" HD)
liatnya memang di youtube, blm pernah liat hasil aslinya langsung
tapi di situ hasilnya udah mendekati gambar kamera film pro
padahal harga antara P2 dan eos 7D berbeda lumayan jauh
apa karena editingnya, atau setingan kameranya yah?
atau mungkin karena perbedaan teknologi? (mesin/prosesor di dalamnya)
tolong pencerahannya
thanks!
------------
--------- --------- --------- --------- --------- -----
"Segelas Teh Hangat Selalu Membuatku Merasa Lebih Baik.."