Aliansi Rakyat Miskin(ARM)adalah wadah berjejaring yang setara&partisipatif sebagai pewujudan gerakan persatuan rakyat miskin&kaum marjinal didukung bersama persatuan lintas sektor&intergrup-komunitas: ormas,LSM,buruh,petani,anak miskin,perempuan,mahasiswa,pelajar,akademisi, kaum profesional,kaum LGBT (lesbian,gay,biseksual,& transjender/transseksual),[advokat,jurnalis,dll-guna bersama-sama menciptakan gerakan perlawanan masif,radikal,&revolusioner dalam jangka panjang/permanen untuk melawan upaya-upaya pemiskinan&marjinalisasi yang neoliberalis,represif,diskriminatif,struktural,sistematis,&menggurita yang dilakukan Negara,pemodal,&pelaku pasar termasuk antek-anteknya terhadap rakyat miskin dan kaum marjinal.Sebagai suatu gerakan,praksis ARM adalah pengorganisiran rakyat miskin&kaum marjinal,upaya-upaya litigasi dan nonlitigasi,pembelajaran&pemberdayaan bersama guna mewujudkan tatanan budaya,sosial,ekonomi,&politik Indonesia yang lebih demokratis,adil,egaliter-partisipatif,progresif,& menghargai nilai-nilai HAM.ARM bergerak dengan menjala isu-isu lokal yang diarahkan menjadi perhatian&perjuangan eksplosif dalam skala nasional,bahkan internasional. Penjalaan isu-isu lokal dimaksudkan agar gerakan ini lebih riil dan mengakar&dapat meleburkan ego-ego sektoral & kelompok atau menggeser paradigma ingroups-outgroups(kami-kalian) menjadi “kita” yang hanya dapat dilakukan secara lebih efektif jika berada dalam skala kecil guna mewujudkan gerakan masif sehingga fragmentasi massa tidak terjadi.ARM ditetapkan terbentuk tanggal 11 Maret 2007 di rumah Jakarta Centre for Street Children (JCSC) guna merespon kasus Irfan Maulana(14),joki three in one,yang dianiaya hingga wafat oleh 9 petugas SatPol PP.Saat ini ARM beranggotakan:JCSC,SRMK,GMKI Jkt,Arus Pelangi,FMN-R,FMN,KKJB,SOMASI UNJ,LBH Jkt,LBH APIK Jkt,PDRM-NAD,Institute for ECOSOC Rights,PRP,Fitra,SPM,LPRM,ABM Jabodetabek,KASBI,Perempuan Mahardika,Walhi,APKLI,KPI,YJP,LMND-PRM,SPI,SRMK Merah,Kalyanamitra,PAWANG
|